photo panlogo.png
Home Berita PAN Terobos Macet dan Banjir, Hatta Sidak ke Pasar Cipinang

JAKARTA- Akibat gangguan banjir dan cuaca ekstrim, pasokan beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur sempat merosot pada awal pecan ini. Karena gangguan distribusi, akibat banjir di sejumlah wilayah di Jawa Barat, pasokan beras di Pasar Induk  Cipinang bahkan tidak mencapai 1.500 ton.
Untuk mengamankan pasokan, Rabu 22 Januari 2014, sejumlah menteri yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Cipinang.
Meskipun harus berjibaku dengan macet dan banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah menuju Cipinang, namun Hatta tetap menjadikan acara sidak tersebut sebagai prioritas. Hatta menganggap sidak itu perlu dilakukan, karena berhubungan langsung dengan stok pangan. Usai melakukan sidak, Hatta mengatakan situasi saat ini sudah lebih baik. Menurutnya, Bulog sudah turun tangan membantu mengirim pasokan beras.
“Sempat ada kurang suplai pada Senin kemarin. Sekarang pasokan sudah kembali ke angka 1.500 ton per hari. Kekurangannya disuplai Bulog,” kata kakek satu cucu ini. Sebagaimana diketahui, Pasar Induk Cipinang tidak hanya memasok kebutuhan pokok untuk Jabodetabek, namun juga beberapa kota di luar Jawa. Idealnya, pasokan beras di pasar induk mencapai 2.500-3.000 ton per hari.
Sementara itu menurut seorang pedagang bernama Ayong (43), harga beras meningkat dua hari terakhir. Kini beras IR kualitas standar dihargai Rp 8.400 per kilogram. “Kenaikannya sekitar Rp 500 per kilo,” kata pria yang mengaku kiosnya sampai sekarang belum mendapat pasokan beras dari Bulog.
Hatta sendiri membenarkan bahwa banjir memicu sedikit kenaikan harga beras. Hal itu disebabkan lonjakan ongkos distribusi, karena jalan menuju ibu kota dikepung banjir. Kenaikan tahun ini, menurutnya, juga masih di atas angka historis Januari.
“Ada kenaikan sementara akibat transport, biasanya Januari kan paceklik, dan harganya di atas sekarang,” tutur Hatta.  Mantan menteri perhubungan ini meminta pedagang dan masyarakat tenang walau ada kenaikan harga beras. Dia mengklaim stok nasional kini sangat mencukupi. Di gudang Bulog, tersedia beras hingga 2.050.0000 ton. Tapi bahan pokok yang dijual Rp 6.500 per kilo ini hanya keluar di saat darurat saja. Misalnya, bila stok Cipinang mendadak anjlok. “Bulog sudah standby, begitu ada gangguan, beras cadangan pemerintah akan masuk,” pungkas  Hatta.

 

Sumber : Hatta Rajasa Official Site

 

 

Leave a Reply