photo panlogo.png
Home Activity Pentingnya Menjadi Pengusaha Muda

OLEH IQBAL FARABI
Wakil Ketua Komite Tetap Telematika
Kadin Indonesia

Perekonomian baik bila peran swasta & masyarakat dominan.

Pemuda sering diidentikkan sebagai orang yang sedang mencari jatidiri dan menyukai halhal yang berbau tantangan. Konsekuensinya, mereka mudah sekali terkena dampak negatif dari suatu lingkungan.

Pemuda yang baik akan memilih lingkungan yang tepat dan mengeliminasi dampak negatif dari lingkungan sekitarnya. Sikap tersebut pada akhirnya akan membentuk mental yang kuat sebagai bekal menjadi seorang pengusaha.

Pilihan menjadi seorang pengusaha mengandung banyak risiko yang terkadang lebih besar dibandingkan orang yang hanya memilih karier sebagai karyawan. Tetapi hal tersebut merupakan trade off karena dalam ilmu ekonomi ada pepatah high risk high return (semakin besar risiko yang kita hadapi maka semakin besar imbalan yang dapat kita terima).

Fenomena ini jangan membuat kita takut untuk maju, tetapi harus menjadi suatu tantangan yang harus dijawab oleh semua para pengusaha maupun calon pengusaha. Banyak hal positif yang dapat diambil sebagai imbas keputusan untuk menjadi seorang pengusaha mudaselain keuntungan yang bersifat materi.

Dengan menjadi seorang pengusaha, maka secara otomatis kita akan berperan penting dalam jalannnya roda perekonomian. Sebab secara otomatis pengusaha akan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat dan meningkatkan GDP di negaranya.

Menjadi pengusaha juga memperluas kesempatan untuk menambah jaringan (network), sehingga secara otomatis semakin menyambung tali silaturahim tanpa mengesampingkan kerja sama yang saling menguntungkan.

Penulis pernah mendapat wejangan dari seorang guru bahwa sebaik-baik rezeki adalah rezeki yang juga mendatangkan manfaat bagi orang lain. Dengan demikian, hanya dengan menjadi pengusaha hal ini dapat ini dapat diwujudkan.

Menjadi pengusaha juga sangat dianjurkan oleh agama dan juga contohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Hal-hal tersebut cukup menjelaskan pentingnya menjadi pengusaha, baik dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Partisipasi pengusaha dalam perekonomian nasional pada hakikatnya di topang oleh tiga pilar (the three pillars) yaitu pemerintahan, swasta (pengusaha) dan masyarakat (rakyat).

Suatu sistem perekonomian yang baik terjadi apabila peran serta masyarakat dan pengusaha lebih dominan dibandingkan dengan peran pemerintah. Mengapa harus seperti itu?

Kalau kita identifikasi peran pemerintah dalam perekonomian adalah sebagai regulator dan pembuat kebijakan.

Peran swasta adalah pelaksana dan penggerak perekonomian. Sedangkan masyarakat sebagai pelaku berfungsi mengawasi pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Oleh karena itu, di sini penulis menitikberatkan pada peran pengusaha/swasta sebagai penggerak perekonomian, khususnya pengusaha muda. Mangapa peran pengusaha muda begitu penting?

Jawabannya karena mereka merupakan cikal bakal pengusaha yang akan membalik paradigma Indonesia. Saat ini paradigma pembangunan nasional adalah pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh besarnya belanja pemerintah.

Berperan ganda

Pengusaha muda dapat berperan ganda yaitu di satu sisi sebagai penggerak perekonomian, di sisi lain juga sebagai pengawas jalannya roda perekonomian. Pengusaha muda diharapkan dapat menjadi cikal bakal pengusaha yang memegang role/ peranan penting dalam perekonomian nasional walaupun mereka identik dengan istilah UMKM (usaha mikro kecil dan menengah).

Peran pengusaha muda juga siknifikan karena dapat menggerakkan perekonomian, khususnya di daerah yang luput dari perhatian pemerintah pusat.

Label pengusaha kecil jangan membuat para pengusaha muda terlena. Memang istilah pengusaha UMKM sebaiknya diganti dengan UBB (usaha bakal besar) di mana akan menimbulkan semangat yang lebih tinggi dari para pengusaha untuk memacu diri menggapai yang terbaik.

Ke depan, pengusaha muda diharapkan semakin berperan dalam menjalankan perekonomian dengan tetap memegang prinsip melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara.

Setiap usaha yang dilakukan oleh pengusaha tidak akan optimal jika tidak ada dukungan yang baik dari pemerintah. Peran pemerintah di sini dapat dibagi dua jenis yaitu sebagai regulator dan sebagai penyedia layanan serta fasilitas.

Sebagai regulator, pemerintah harus menjamin terciptanya iklim usaha yang baik dan keamanan yang kondusif untuk mendorong peningkatan investasi di dalam negeri.

Pemerintah juga diharapkan mampu melakukan pembenahan terhadap infrastruktur dan fasilitas publik yang menentukan kelancaran operasional perusahaan baik untuk sektor privat maupun pemerintah itu sendiri.

Salah satu caranya adalah pemerintah melakukan pendekatan money follow function. Setiap pajak atau retribusi yang dibayarkan oleh masyarakat yang menggunakan fasilitas negara—dipakai untuk merawat dan membangun fasilitas tambahan, sehingga ada kesediaan yang tinggi dari masyarakat untuk selalu menjalan kan setiap kewajibannya kepada negara.

Dua hal tadi semestinya diperhatikan oleh pemerintah supaya ada kesinambungan dan hubungan mutualisme antara pemerintah dan swasta.

Karena semakin besar sekup usaha sektor swasta, maka secara tidak langsung akan meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak.

Dengan demikian, pergerakan ekonomi yang dilakukan sektor swasta bisa mengurangi jumlah pengangguran, sehingga dapat meningkatkan indikator pertumbuhan ekonomi nasional.

Sumber Media Cetak :