photo panlogo.png
Home Berita PAN PAN Intensifkan Program Prorakyat

Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengusung misi memperkuat demokratisasi yang berkualitas, memperkuat spirit kemajemukan bangsa, dan mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa mulai mengintensifkan program pro rakyat.

Menurut Ketua DPP PAN, Tjatur Sapto Edy, PAN akan mengusung tema-tema dan prinsip itu demi usaha menjadi motor utama pemerintahan ke depan, baik yang didapat melalui pemilu maupun melalui pembangunan koalisi dengan parpol lain.

Di bawah kepemimpinan Hatta Rajasa sebagai ketua umum dan calon presiden, PAN melakukan aksi nyata mewujudkan prinsip di atas. Sebagai Menko Perekonomian, Hatta berani melakukan renegosiasi kontrak karya pertambangan dengan PT Freeport Indonesia.

Hatta juga berani melarang ekspor bahan tambang mentah demi meningkatkan nilai tambah dan ujungnya pemasukan bagi negara. Perusahaan-perusahaan tambang diwajibkan untuk membangun pabrik smelter di dalam negeri.

“Ini aksi nyata yang belum pernah dilakukan siapapun sebelumnya,” kata Tjatur saat dihubungi dari Jakarta, Senin (24/3/2014).

Sementara Harapan Menjadi Kenyataan adalah misi yang akan dilakukan PAN apabila menjadi pemerintahan di periode berikut. PAN berani mencanangkan program redistribusi aset dan lahan kepada masyarakat.

“Rakyat akan diberikan 2.000 hektare lahan, itu belum pernah ada. Oleh Pak Hatta Radjasa, itu harus berjalan. Itu yang dikatakan sebagai Aksi Nyata, karena yang lain belum melakukannya,” timpal Tjatur.

Wasekjen Teguh Juwarno menyatakan PAN sebagai partai politik harus dirasakan kiprah konkretnya di masyarakat. PAN memberi manfaat buat masyarakat, dimana bahkan kader diharapkan mampu membantu masyarakat untuk mewujudkan harapannya menjadi kenyataan.

“Terutama harapan komunitas, masyarakat untuk memperbaiki kehidupannya, keluar dari lingkaran kemiskinan,” kata Teguh.

Dia menjelaskan Aksi Nyata adalah sebuah Kredo atau semangat berjuang yang sekarang dikembangkan oleh PAN kepada semua di seluruh Indonesia. Hal itu sekaligus sebagai jawaban PAN terhadap sikap skeptis dan apatisme masyarakat terhadap partai politik.

Bila selama ini politik dan politisi dipersepsi hanya mengumbar janji terutama menjelang pemilu, maka kader PAN diinstruksikan untuk melakukan kerja-kerja konkret di tengah masyarakat.

“Muara dari kerja nyata tersebut adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, ibu rumah tangga, buruh, dan masyarakat terbawah yang belum merasakan nikmat kemerdekaan,” jelas Teguh.

Sebagai parpol, aksi nyata itu dilakukan dengan melakukan advokasi dan pendampingan terkait kebijakan pemerintah untuk rakyat dengan memastikan agar program pro rakyat itu benar-benar sampai ke yang berhak. Seperti program di bidang pendidikan, kesehatan, kredit usaha kecil, BLT, raskin, dan infrastruktur pedesaan.

“Selain itu juga melakukan peran pemberdayaan masyarakat seperti mengelindingkan program modal usaha bergulir, rehabilitasi rumah ibadah dan santunan anak yatim-miskin,” jelasnya.

Sedang advokasi terhadap kebijakan prorakyat yang dikawal PAN adalah memastikan masyarakat miskin di daerah mendapat akses Program Jamkesmas dan BPJS, serta memperjuangkan janji kampanye 2009 ‘ 1 Desa 1 Miliar’ melalui UU Desa.

Selain itu mengawal program pembangunan infrastruktur pedesaan, dengan kerja pendampingan mulai dari pusat hingga sampai Desa.

PAN juga memastikan program tersebut sampai di desa dan masyarakat tanpa mengalami potongan dana sepeserpun.

Sumber : Sindonews

Leave a Reply