photo panlogo.png
Home Activity Menerima Pengurus Pusat HIPMI

Jakarta. Wakil Presiden Boediono menerima Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Kantor Wakil Presiden, Rabu 26 Juni 2013. Dalam pertemuan itu, Bendahara Umum (Bendum) HIPMI Bayu Djokosoetono melaporkan kepada Wapres tentang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-15 HIPMI yang telah dilaksanakan di Pontianak, Kalimantan Tengah 9-11 Juni 2013.

Pelaksanaan rakernas di Pontianak, dikatakan Bayu, dihadiri oleh beberapa menteri, yaitu Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menko bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Agung Laksono, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Menteri Pertanian Suswono, dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwanda.

Rakernas menyimpulkan dalam menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015, Indonesia harus bersiap diri. “Dengan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, dan dukungan daya beli masyarakat yang terus terjaga, merupakan modal penting yang dimiliki Indonesia menghadapi AEC 2015,” ujar Bayu.

Dengan jumlah penduduk mencapai 40 persen total populasi ASEAN, Indonesia memiliki kemampuan untuk menyerap produk-produk dalam negeri yang lebih besar. “Kondisi ini diperkuat dengan perbaikan iklim investasi yang secara kontinyu yang telah dilaksanakan pemerintah,” ucap Bayu.

Untuk itu, dalam rakernas ini, HIPMI memberikan beberapa rekomendasi, diantaranya adalah kemudahan akses permodalan bagi pengusaha muda dan pengusaha pemula, dan mendorong industri kreatif sebagai sektor unggulan di bidang non migas.

Wapres menyampaikan apresiasinya dengan pelaksanaan yang berjalan lancer. Ia memuji upaya yang dilakukan HIPMI dengan mencurahkan perhatian kepada pengembangan ekonomi nasional. “Ekonomi kita berjalan bagus, memang belum optimal, sehingga masih banyak yang bisa dilakukan,” ucap Wapres.

Wapres memberikan gambaran perekonomian Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain saat ini. “Bahtera Indonesia sampai sekarang ini masih bisa berjalan. Beberapa negara mulai mengalami penurunan,” ujar Wapres. Ia memberikan contoh beberapa negara yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi pada beberapa tahun lalu, tetapi kini mulai mengalami penurunan, seperti Brazil, Rusia dan India, atau mereka yang tergabung dalam BRICS (Brazil, Russia, India, China dan South Africa).

Bahkan, menurut Wapres, Cina yang pernah merasakan pertumbuhan di atas 10 persen, saat ini hanya tumbuh 7,4 persen. “Cina saat ini mulai mengetatkan kredit. Dan pasar dari barang-barang dari Cina adalah negara lain, yang juga mengalami pelambatan ekonomi. Kalau pasarnya tidak tumbuh, terutama di dalam negerinya, tentu masih akan mengalami pelambatan,” ujar Wapres.

Wapres juga mengingatkan HIPMI agar bersiap diri menghadapi AEC. “Kita harus mandiri. Kemandirian untuk berkompetisi dan berlaku bagi semua pengusaha. Setelah AEC, kita tidak mungkin melindungi,” ujar Wapres.

Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Sekretaris Jenderal HIPMI Iqbal Farabi, Ketua Bidang Organisasi dan Hukum HIPMI Lutvy Arisandi, dan Sekretaris Panitia Pelaksana Rakernas XV HIPMI Saifudin HS. sumber

Leave a Reply