photo panlogo.png
Home Activity Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Itu Belum Cukup

Berdasarkan UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Dearah salah satu tugas dan kewajibannya, yakini wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Namun, pemerintah selama ini belum benar-benar serius untuk memberikan pelayanananya pada program kesehatan gratis tersebut.

Hal ini, terlihat pada kurang cermatnya, Dinas-dinas terkait yang lebih memberikan keleluasaan kepada rumah sakit ‘raksasa’ di pemukiman padat penduduk. Demikian di sampaikan calon legislator (Caleg) DPR-RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Iqbal Farabi kepada Lampu Hijau disela acara kunjungannya ke Klinik Sehat JICT, Jalan Cipeucang IV, Koja, Jakarta Utara, kemarin (18/12).

“Pemerintah dalam hal ini puskesmas masih berlokasi di lokasi-lokasi kota, atau kalau di DKI Jakarta di jalan-jalan utama, sedangkan lokasi daerah pedalaman atau daerah padat penduduk masih sedikit yang terlayani. Artinya, dengan menjamur rumah sakit swasta di kantong-kantong padat penduduk seakan pemerintah kurang berperan aktif di sana,” kata Iqbal.

Karenanya, menurut dia, tak heran bila pelayanan kesehatan gratis sering kali menjadi bahan kampanye dari para kandidat calon wakil rakyat, hingga ke tingkat elite partai politik (Parpol).  Bahkan, Iqbal menilai pelayanan kesehatan gratis sebenarnya, program “manipulatif” semata demi menarik simpati masyarakat. Pasalnya, pelayanan kesehatan gratis itu untuk masyarakat dan penyakit – penyakit tertentu saja.

“Isu kesehatan masih menjadi isu yang di usung semua parpol. Tapi, apakah cukup sampai kata “gratis” jawabnya tentu tidak,” tegas Iqbal.

Dia pun berharap agar pelayanan kesehatan masyarakat perlu ditingkatkan, baik dari letaknya Puskesmas, tenaga media, ruangan medis, penanganan medis, sikap dan perilaku tenaga medis (service). Bahkan hinga ke obat-obatan dan penyaluhan kesehatannya, demi menciptakan kesadaran masyarakat akan kesehatannya.

“Ada banyak evaluasi yang harus pemerintah baik pusat maupun daerah untuk terjun dan perbaiki,” harapnya.

Oleh sebab itu, kata Iqbal, agar segera mewujudkan ‘Jakarta Baru’ seperti yang diusung oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, sebaiknya pemerintah harus dapat menyikapi persoalan tersebut. Bahkan, pemukiman kumuh, padat penduduk serta sembrawut diubah dan disinergikan dengan berbagai pendukung, seperti transportasi, sekolahan dan sarana ibadah. Dengan adanya itu, Iqbal yakin, masyarakat Jakarta akan memperoleh kehidupan yang jauh lebih bersih dan sehat.

“Mungkin kalau Jakarta di tata dengan begitu baik, di mana pemukiman padat penduduk dibuat menjadi rusun sewa sederhana, di mana di tiap-tiap rusun ada Klinik Pemerintah, saya yakin Jakarta yang benar-benar baru segera terwujud. Saya butuh kearifan semua pihak dan ketegasan untuk merubah semua ke arah yang lebih baik,” pungkas caleg PAN bernomor urut 6 di dapil Jakarta III itu.

Leave a Reply