photo panlogo.png
Home Activity Nilai bisnis konten seluler turun 58%

JAKARTA: Nilai bisnis layanan konten seluler dan fixed wireless access (FWA) tahun ini diprediksi merosot hingga 58% menjadi Rp2 triliun-Rp3 triliun dari Rp7 triliun tahun lalu karena berbagai kebijakan yang kurang kondusif dalam mendukung perkembangan industri tersebut.

Wakil Ketua Komite Tetap Infromatika Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Iqbal Farabi mengatakan nilai bisnis tersebut di luar value added service (VAS) internal operator seperti GPRS (global packet radio services) dan layanan pesan singkat (SMS).

“Penurunan nilai bisnis tersebut sangat signifikan. Kewajiban mengajukan izin ke Kementerian Sosial disertai aturan dari instansi tersebut yang cenderung kaku menjadi pemicu terbesar menurunnya bisnis layanan konten,” ujar Iqbal yang juga calon Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi ) Jaya tersebut kepada Bisnis hari ini.

Selain itu, tambahnya, kebijakanyang tidak probisnis juga dating dari aturan operator telekomunikasi yang makin merugikan penyedia konten, selain tentunya isu pemberlakukan biaya hak penyelenggaraan (BHP) jasa telekomunikasi pada layanan konten.

Sementara itu, Sekjen Indonesian Mobile and Online Content Provider Association (Imoca) Sapto Anggoro mengatakan layanan nilai yang menjadi bisnis tambahan operator telekomunikasi memberikan keuntungan signifikan kepada penyedia konten dan perusahaan label rekaman.

Berdasarkan data Imoca, hasil yang diperoleh dari layanan VAS formasinya bisa dibagi menjadi 3 atau 4 pihak, yaitu operator, mitra platform aplikasi, CP atau label rekaman yang kemudian masih dibagi dengan pencipta konten, khususnya lagu.(api)

Sumber Konten :

http://www.bisnis.com/sektor-riil/telematika/1id215142.html