photo panlogo.png
Home Activity Iqbal Farabi Caleg PAN DPR RI Dapil Jakarta 3, Siap Kawal Pemerintah...

DRAMA kenaikan tabung gas Elpiji 12 kilogram memeang dapat disudahi. Namun keresahan masyarakat luas terhadap sumber bahan bakar itu masih terus mengancam. Maklum, penggunaan energi di Indonesia terus meningkat. Belum lagi dengan terbatasnya sumber daya alamnya.

Karena itu menurut WaSekJen BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Iqbal Farabi, yang juga caleg DPR-RI dari Partai Amanat Nasional ini, diperlukan sebuah alternatif dalam mensiasati hal tersebut. Apalagi, harga elpiji dan bahan bakar minyak (BBM) terus merangkak naik. Salah satu alternatif itu adalah, digalangkannya program Kompor Nabati, khususnya untuk masyarakat ekonomi menengah dan kebawah.

“Pemerintah segera dapat menggalangkan program Kompor Nabati untuk masyarakat ekonomi menengah dan kebawah. Sebab, tingginya harga tabung gas elpiji menjadi suatu beban, belum lagi ditambahnya harga bahan pokok lain,” kata Iqbal kepada Lampu Hijau di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, bahwa program kompor nabati adalah keniscayaan. Pasalnya, bahan bakunya sendiri pun mudah di dapat, serta terjangkau dan ekonomis. Bahkan kata Iqbal, jika pemerintah serius menggarap program tersebut maka beban subsidi BBM, pendistribusian, penyimpanan dan pengadaan infrastruktur (pembangunan depo BBM) dapat dikurangi secara signifikan. “Juga dapat membantu pemerintah, untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat,” jelas Iqbal yang juga Ketua Umum Saudagar Muda Minangkabau jakarta itu.

Oleh karena itu, Iqbal yang dipercayakan PAN dengan nomor urut 6 di dapil DKI Jakarta III, yang meliputi wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, mengaku siap mengawal pemerintah untuk dapat serius menkonversi energi alternatif tersebut. Artinya, jika terpilih lolos ke senayan, Iqbal akan mendesak pemerintah segera menggalakkan program kompor nabati kepada masyarakat ekonomi menengah dan kebawah.

Untuk diketahui, sejumlah sisa sampahrumah tangga sejatinya bisa diolah jadi bahan bakar. Caranyapun cukup mudah, dengan sedikit proses dan pengetahuan, sampah-sampah rumah tangga seperti minyak sisa penggorengan (minyak jelantah), pun dapat didaur ulang, sehingga bisa di pakai kembali dengan aman dan massif. Bahkan, sejak 2005 Badan Pengkajian dan penerapan Teknologi (BPPT) sempat mengembangkan kompor yang dapat memenuhi kebutuhan energi alternatif yang digunakan untuk memasak di kalangan rumah tangga. Namun sayang, alat-alat memasak yang di sebut dengan kompor tekan multibahan bakar (KTMB) itu tidak pernah terdengar lagi di masyarakat.

kompornabati
Sumber : Koran Harian Lampu Hijau