photo panlogo.png
Home Activity Iqbal Farabi: Bangkitkan Semangat Wirausaha Pemula

Menanamkan semangat wirausaha pada kaum muda yang baru lulus sekolah tentu tidak mudah.Satu sisi, butuh kerja keras, motivasi, insentif, hasutan dan provokasi dari orang lain agar semangat itu bisa muncul. Di sisi lain, rendahanya dukungan pemerintah untuk melahirkan semangat itu juga sangat berpengaruh. Pemerintah cenderung memihak pada pengusaha besar dan yang sudah mapan, sementara para usaha pemula tidak didukung.

Melihat kondisi ini, pengusaha muda, Iqbal Farabi bertekad membangkitkan semangat wirausaha bagi kaum muda. Yang disasar semua kaum muda, terutama mereka yang baru lulus, baik lulus SMA maupun perguruan tinggi dan tidak punya modal.

“Saya belajar dari pengalaman sendiri. Dulu saya tidak punya apaapa dan siapasiapa. Saya mulai dari nol. Saya mau bagikan pengalaman,” kata Iqbal, dalam perbincangan dengan SP, di Jakarta, Minggu (16/3).

Dalam pikirannya, model usaha yang bisa dilakukan saat ini adalah industri kreatif. Contohnya, memelihara binatang peliharaan seperti kamping, ayam, ajing, dan sebagainya. Industri kreatif juga berupa penjualan online untuk pakian, tas, sepatu, dan yanglain. Di samping mudah dan gampang, jenis usaha seperti itu juga tidak butuh modal banyak. Siapapun juga bisa menjalankan usaha seperti itu tanpa kemahiran atau keterampilan khusus.

Calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk daerah pemilihan (Dapil) Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu ini menegaskan idenya membangkitkan semangat wirausaha bagi pemula adalah dengan memudahkan para usahawan mendapatkan pinjaman dana. Caranya, setiap siswa atau mahasiswa yang baru lulus cukup menyerahkan ijasah sebagai jaminan kepada bank. Selain itu menyerahkan proposal usaha saat mengajukan pinjaman. Dengan demikian, mereka tidak harus memiliki mobil, motor, toko, tanah atau rumah sebagai jaminan, tetapi cukup ijazah yang dimiliki.

“Ada mungkin ratusan ribu, bahkan jutaan kaum muda yang baru lulus ingin membangun usaha. Namun, mereka terkendala modal. Mau pinjam kebank tidak punya jaminan. Di sisi lain, bank hanya mau meminjamkan uangnya kepada pengusaha pengusaha besar. Kondisi ini harus dicari jalan keluarnya,” tutur Ketua Kompartemen Telematika Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) masa bakti 2008 – 2011 ini.

Menurut Wakil Ketua Komite Tetap Teknologi Informasi Kamar Dagang Industri (KADIN) ini, para kaum mudah yang ingin mendapatkan kucuran modal cukup mendapatkan rekomendasi dari Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Ketua Rukun Warga (RW) setempat. Di tingkat keca matan ada tim pengawas yang memverifikasi datapeminjam. Pihak bank tinggal memeriksa kebenaran data dari RT hingga kecamatan tersebut. Setelah benar, pihak bank bisa mengkucurkannya.

Supaya program ini berjalan dan sukses, dia mendorong pemerintah agar menjadikan masalah ini menjadi kebijakan nasional. Jika tiap provinsi mencapai 30.000 orang per enam bulan, kemudian dikalikan 33 provinsi maka mendapatkan 990.000 orang para usahawan pemula tiap enam bulan. Angka enam bulan diambil karena lulusan sekolah atau perguruan tinggi tiap enam bulan. “Program ini bersifat massal. Daripada pemerintah menyalurkan dana bantuan langsung (BLT) yang tidak mendidik, lebih baik memberikan pinjaman lunak kepada masyarakat. Mereka didorong untuk berusaha,” tutur pria kelahiran Balikpapan tahun 1978 ini.

 

Sumber : suarapembaruan.com

Leave a Reply