photo panlogo.png
Home Activity HIPMI: Kerugian Banjir Jakarta Rp2-3 Triliun

VIVAnews – Banjir lokal dan kemacetan yang terjadi di Jakarta, Senin malam 25 Oktober 2010 menjadi sorotan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Menurut Jaya Iqbal Farabi, pengurus pusat HIPMI, potensi kerugian akibat kemacetan dan banjir di Jakarta diperkirakan hingga Rp3 triliun.

Untuk itu, Farabi memita pemerintah Provinsi DKI Jakarta serius memecahkan masalah banjir dan kemacetan tersebut. Karena permasalahan itu merugikan dari sisi perekonomian.

“Menurut hitungan kami, untuk 5-7 hari, kerugian antara Rp2-3 triliun,” kata Farabi seperti ditulis dalam pesan elektronik yang diterima VIVAnews, Selasa 26 Oktober 2010.

Perhitungan kerugian itu, menurut dia, sudah mencakup borosnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) hingga kerusakan infrastruktur berupa jalan. “Karena akibat banjir ini, 20-25 persen infrastruktur jalan rusak,”ujar Farabi.

Sementara itu, Ketua Umum HIPMI, Erwin Aksa, mengatakan Pemprov DKI Jakarta seharusnya memiliki langkah antisipasi untuk mengatasi masalah banjir dan kemacetan.

Berikut ini data perkiraan potential loss akibat banjir dan kemacetan Jakarta 2010 versi HIPMI:

1. Penutupan pabrik, kerugian Rp1 triliun
2. Kerugian PLN karena tidak bisa menjual listrik Rp75-100 miliar
3. Kerugian perbankan akibat terhentinya sementara aliran listrik dan transaksi perbankan Rp1 triliun
4. Kerugian rumah terendam banjir Rp450 miliar
5. Kerugian putusnya 150.000 SST telekomunikasi Rp5,2 miliar
6. Klaim perusahaan asuransi Rp400 miliar
7. Kerugian penjualan dan perbaikan PT Kereta Api Rp2,6 miliar
8. Kerugian kegiatan ekspor impor yang terhenti dan shipping macet Rp70 miliar
9. Kerugian kegiatan perekonomian masyarakat kecil Rp10 miliar
10. Kerugian usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Rp50-60 miliar

Perkiraan total kerugian Rp2,65-3,09 triliun. (Berbagai sumber/diolah/hs)
• VIVAnews

Sumber Content dan Gambar :

http://bisnis.vivanews.com/news/read/185118-hipmi–kerugian-banjir-jakarta-rp2-3-triliun