photo panlogo.png
Home Berita PAN Hatta Rajasa Terima Penghargaan Inisiator Technopreneur Indonesia dari UNS

SOLO, (PRLM).- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ir. Hatta Rajasa yang sejak masih sebagai pengusaha giat berkunjung ke kampus-kampus perguruan tinggi, dianggap sebagai inisiator yang mencetuskan lahirnya technopreneur di Indonesia. Di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, konsep technopreuner kampus sudah dikembangkan menjadi salah satu mata kuliah pilihan di fakultas teknik.

Rektor UNS Prof. Dr. Ravik Karsidi mengungkapkan, atas jasa Menko Perekonomian itu, UNS akan memberikan penghargaan khusus sebagai Inisiator Technopreneur Indonesia, yang akan diserahkan di depan sidang senat terbuka peringatan Dies Natalis UNS ke-38, 11 Maret 2014.

“Technopreneur yang dicetuskan Menko Perekonomian tersebut, diperlukan bangsa Indonesia untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia di era Asia, baik sebagai seorang ahli teknologi maupun sebagai wirausaha. Sebagai inisiator technopreneur, Menko Perekonomian Ir. Hatta Rajasa layak mendapat penghargaan dan UNS akan memberikan penghargaan itu pada puncak acara Dies Natalis ke-38,” ujar Prof. Ravik.

Selain Menko Perekonomian, pada Dies Natalis ke-38 tahun 2014 ini UNS juga akan memberikan penghargaan “UNS Award” kepada pengusaha terkemuka asal Solo , Dr. (HC) KPH Sukamdani S Gitosardjono, berupa piagam “Dharma Bhakti Parasamya Anugraha”. “UNS Award” tersebut, menurut Rektor UNS, sebagai penghargaan atas darma bakti Sukamdani yang dua kali menjadi Ketua Dewan Penyantun UNS.

Menyinggung tema Dies Natalis UNS, “Akselerasi Peran UNS dalam Menyongsong Era Asia”, Prof. Ravik menjelaskan, tema tersebut sejalan dengan visi UNS 2030 sebagai World Class University. Di era Asia pada 2030 dan puncaknya pada 2045, katanya, Indonesia akan diperhitungkan dunia karena kekuatan ekonominya setelah Cina, India dan Singapura.

“Dalam era itu Indonesia akan berperan penting di Asia. Kalau sekarang posisi Indonesia di 16 besar dunia, pada 2030 menjadi 7 besar dunia dengan peningkatan pendapatan per kapita dari 1.273 USD pada 2015 menjadi di atas 4.000 USD. Selain itu, di Indonesia juga ada bonus demografi, diharapkan penduduk yang produktif menjadi menopang yang tidak produktif,” jelasnya.

Berkaitan dengan proyeksi masa depan Indonesia tersebut, sambung Raktor, UNS yang memiliki enam keunggulan berupa Pusat Studi Javanologi, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan UKM, Pusat Studi Biodiversitas, Pusat Studi Energi Terbarukan, Pusat Studi Herbal Medecina, Pusat Studi Ketahanan Pangan dan pengembangan SDM di FKIP, diharapkan makin besar peranannya. Pada Dies Natalis ke-38 ini, UNS mengakselerasi peran khususnya dalam cakupan enam keunggulan tersebut agar Indonesia semakin mampu bersaing di era Asia.

Sumber : presiden2014.com

Leave a Reply