photo panlogo.png
Home Berita PAN Hatta Minta Akademisi Sumbang Pemikiran Hadapi Bencana

JAKARTA- Dampak letusan Gunung Kelud di beberapa daerah sentra utama hortikultura di Jawa Timur seperti Blitar, Kediri, Malang, dan Nganjuk telah mengakibatkan banyak petani gagal panen. Hal itu juga berpotensi mengurangi pasokan cabe ke pasar lokal di sekitar Jawa Timur dan pengiriman ke DKI Jakarta hingga Banten.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meminta kalangan akademisi menyumbangkan pemikirannya untuk menghadapi berbagai bencana alam di Indonesia. Seperti konstruksi sarang laba-laba yang dibuat ITS Surabaya. “Itu banyak digunakan di berbagai bangunan dan merupakan konstruksi yang telah terbukti keunggulannya,” ujar Hatta di Jakarta kemarin.

Itu merupakan konstruksi tahan gempa yang sangat tepat diterapkan pada kondisi tanah ekstrem seperti di sekitar gunung aktif yang banyak ditemui di Indonesia. “Sekarang ini saya sudah minta dilakukan inventarisasi lahan pertanian dan perkebunan milik warga yang terkena abu dan pasir untuk kemudian diperbaiki. Ini supaya perekonomian tetap jalan,” kata Hatta.

Meskipun saat ini upaya pembersihan abu dan pasir di rumah maupun lahan pertanian masih terus dilakukan, Hatta berharap masyarakat kembali menjalankan aktivitas ekonominya seperti sebelumnya. Sebab, lahan pertanian dan perkebunan di daerah yang terkena abu vulkanik bisa mempengaruhi pasokan nasional. “Meski aktivitas manusia sempat berhenti, ke depannya harus kembali normal seperti semula,” tuturnya.

Kata Hatta, kegiatan ekonomi tidak boleh berhenti terlalu lama, seperti halnya penutupan bandara karena gangguan abu Gunung Kelud. “Ketika transportasi udara mengalami masalah, dapat dilakukan melalui transportasi darat maupun laut. Intinya kegiatan ekonomi harus terus berjalan. Ketika mengalami gangguan, jangan sampai itu berdampak terlalu luas,” jelas kakek satu cucu ini.

Sumber : Hatta Rajasa Official Website

 

 

Leave a Reply