photo panlogo.png
Home Berita PAN Hatta: Masyarakat Harus Bisa Memanfaatkan KUR

SUMSEL- Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan ekonominya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa berpesan agar KUR bisa dimanfaatkan dan berjalan secara maksimal. Skema KUR, kata Hatta, bisa menjadi kunci bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh oleh akses permodalan.

Cara mendapatkan KUR, masyarakat harus menemukan jenis usaha rumah tangga yang berbasis pada UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Mereka harus memiliki bidang usaha yang feasible, meskipun tidak bankable.

“Unit Usaha Kecil, Mikro dan Koperasi bisa mendapatkan akses ke sumber pembiayaan. Bisa mengembangkn enterpreneurship, bisa meningkatkan volume barang dan jasa, menaikkan daya saing pasar domestik maupun reguler, dan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ungkap Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Megawati ini dalam dialog dengan para petani, peternak ikan dan pedagang di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Senin 3 Maret 2014.

Saat ini KUR menjadi perhatian penting. Menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini,  KUR merupakan kunci perkembangan ekonomi di daerah-daerah pelosok tanah air. “KUR ini menjadi penting, untuk itu pemerintah terus berkoordinasi. Dan, diharapkan KUR menjadi jalan keluar bagi pengusaha-pengusaha kecil, mikro dan koperasi yang lain,” tegas besan SBY ini.

Sebagaimana diketahui, penyaluran KUR dilasakan melalui melalui 8 bank nasional, yaitu BNI, BRI, Mandiri, BTN, Bukopin, Syariah Mandiri dan Bank Pembangunan Daerah. Data Komite KUR menunjukkan sektor perdagangan mendominasi penyaluran dana, yaitu mencapai Rp 65, 691 triliun dengan 5,793 debitor.Berikutnya sektor pertanian dengan penyaluran dana sebesar Rp 18, 971 triliun bagi 1,263 debitor.

Bank BRI menjadi penyalur KUR terbesar, yaitu Rp 70,4 triliun, terdiri dari KUR ritel Rp 14,441 triliun untuk 87,659 debitor dan KUR mikro Rp 56,005 triliun untuk 7,929 debitor. Bank dengan KUR paling kecil adalah BNI syariah, yaitu Rp 103,169 miliar bagi 665 debitor.

 

Sumber : Hatta Rajasa Official Website

 

Leave a Reply